Jumat, 26 Oktober 2018

DAFTAR NAMA KEPALA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA BARITO KUALA DARI MASA KE MASA


DAFTAR PEJABAT KEPALA KANTOR
NO
TAHUN
NAMA PEJABAT
NAMA INSTANSI
KET.
1
1950 – 1957
KH. MUHAMMAD BASYUNI
KUA Kec. Bakumpai
Kepala
2
1957 – 1961  
H. ASRANUDIN. G
KUA Kec. Bakumpai
Pgs
3
1961 – 1966
M. MAHYUNI MA’RUF
KUA Dati II Kabupaten Barito Kuala
Kepala
4
1966 – 1971
ASRANUDIN. G
KUA Dati II Kabupaten Barito Kuala
Kepala
5
1971 – 1982
H. ASRANUDIN. G
Perwakilan Departemen Agama / Kantor Departemen Agama
Kepala
6
1982 – 1988
Drs. H. HUSAINI SYAKHRASI
Kantor Departemen Agama
Kepala
7
1988 – 1994
Drs. H. USMAN DJAFRI
Kantor Departemen Agama
Kepala
8
1994 – 1997
Drs. H. HUSAIN AHMAD
Kantor Departemen Agama
Kepala
9
1997 - 2005
Drs. H. SUHARMAN. DJ
Kantor Departemen Agama
Kepala
10
2005 – 2007
Drs. H. DARUL QUTNI, MH
Kantor Departemen Agama
Kepala
11
2007 – 2010
Drs. H. ANANG RAHMANI
Kantor Departemen Agama
Kepala
12
2010 – 2011
Drs. ABDUL RAHMAN
Kementerian Agama
Pgs
13
2011 – 2012
Drs. MUSLIM, M.Pd.I
Kementerian Agama
Pgs
14
2012 – 2015
Drs. H. SOFRAYANI, M.Pd.I
Kementerian Agama
Kepala
15
2015 - 2017
DR. H. AHMADI H. SYUKRAN, MM
Kementerian Agama
Kepala
16
2017 - 2018
H. RUSMADI, S.Ag, S.Pd.I, MM
Kementerian Agama
Kepala
17
2018 - 2018
Drs. H. MUSLIM, M.Pd.I
Kementerian Agama
Plt.
18
2018 - sekarang
Drs. H. RUSBANDI, MA
Kementerian Agama
Kepala

Ka Kemenag Batola Buka Suscatin

Marabahan – Kemenag Kalsel. Kepala Kantor Kementerian Agama (kakan kemenag) Kabupaten Barito Kuala (Batola) Drs. H. Rusbandi, MA secara resmi membuka kegiatan Kursus Calon Pengantin (Suscatin) di Aula al Ikhlas, Selasa 23/10/18. Dalam sambutannya di depan 30 pasang peserta H. Rusbandi menegaskan kembali amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Perkawinan merupakan ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri, dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Lebih lanjut dijelaskan, penasihatan pra-perkawinan biasa dikenal dengan berbagai istilah lain seperti screening, penataran pranikah, penyuluhan pranikah, kursus pranikah, atau suscatin adalah upaya Pemerintah didalam mengantisipasi berbagai masalah di dalam rumah tangga. Tingginya angka perceraian merupakan salah satu indikator bahwa masih banyak masyarakat yang rendah sisi pemahaman ilmunya didalam membina dan membangun rumah tangga yang baik dan ideal, adanya pernikahan dini dan rendahnya pemahaman agama, ditambah lagi beberapa faktor lainya seperti perkembangan teknologi yang semakin mudah diakses dimasyarakat, maraknya media sosial yang bisa memicu terjadinya persoalan dalam rumah tangga, sehingga bisa menjadi faktor perceraian di masyarakat, imbuh mantan ka Kemenag Tanah Laut. Sebelumya panitia pelaksana Hadrian, S.Ag dalam laporan kegiatanya menjelaskan, kegiatan suscatin ini merupakan kegiatan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawin. Setiap calon pasangan suami istri yang akan melaksanakan pernikahan diwajibkan untuk mengikuti suscatin, jelas Hadrian. Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang tinggi kepada calon pengantin tentang tata cara membina rumah tangga, dan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) secara terpadu antara masyarakat dan pemerintah agar pasangan suami istri dapat memahami maksud dan tujuan perkawinan demi terwujudnya keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah (Samara) "Melalui kegiatan ini tentu saya berharap agar peserta suscatin dapat mempersiapakan diri lahir dan batin untuk memasuki gerbang kehidupan rumah tangga, semoaga menjadi keluarga yang samara", pungkas Hadrian. (Ref/ft:Masgun)

Batola Peringati Hari Santri

Marabahan – Kemenag Kalsel. Santri Pondok Pesantren se Kabupaten Barito Kuala (Batola) peringatan ikuti Upacara peringatan Hari Santri di Lapangan Lima Desember Marabahan, Senin 22/10/18 2500 lebih santriwan santriwati mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional. Upacara yang dirangkai Pelantikan Majelis Wakil Cabang (MWC) dan Lembaga Rabithah Ma’ahid Islamiyah (LRMI) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan se-Batola masa khidmat 2018-2023 ini dipimpin Sekda kab Batola H Supriyono. Dalam sambutan tertulis Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekdakab Batola Supriyono mewakili bupati mengatakan, Peringatan Hari Santi Nasional yang digelar kali ini merupakan babak baru dalam sejarah umat Islam Indonesia yang merupakan wujud relasi harmoni antara pemerintah dan umat Islam, khususnya bagi kalangan kaum santri. Dikatakan, selama ini kalender pemerintah yang menggunakan hitungan masehi selalu mencantumkan tanggal merah ketika bertepatan dengan 1 hijriyah sebagai tahun baru Islam. Dimana tanggal itu memperingati peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW yang mempetemukan dua kelompok umat Islam, kaum muhajirin dari Mekkah dan kaum Anshar sebagai penghuni Madinah. Penduduk Madinah atau kaum Anshar tidak mempersoalkan momentum disebut hijriyah yang identik dengan kaum muhajirin. Sebaliknya, lanjut menteri, justru momentum itu membuahkan persaudaraan dan persahabatan yang sangat bersejarah bagi umat Islam sehingga kedua pihak saling berkonstribusi membangun masyarakat madani yang kemudian menjadi contoh ideal peradaban duni. Belajar dari sejarah itulah, pemerintah sudah sepatutnya memberikan apresiasi bagi perjuangan kaum santri yang secara nyata memberikan andil besar bagi terbentuk dan terjaganya NKRI. Oleh karenanya, menurut menteri, Peringatan Hari Santri harus dimaknai sebagai upaya memperkokoh segenap umat beragama agar saling berkontribusi mewujudkan masyarakat Indonesia yang bermartabat, berkemajuan, berkesejahteraan, berkemakmuran, dan berkeadilan. Disebutkan, Hari Santri merujuk pada keluarnya resolusi jihad pada 22 Oktober 1945 yang memantik terjadinya peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya yang kemudian diperingati sebagai hari pahlawan. Resolusi jihad, sambungnya, adalah seruan ulama-santri yang mewajibkan setiap muslim Indonesia untuk membela kedaulatan tanah air dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada bagian lain menteri menyampaikan, melalui upacara bendera Hari Santri kali ini mengusung tema “Bersama Santri Damailah Negeri.” Isu perdamaian ini diangkat, sebutnya, sebagai respon atas kondisi bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan seperti maraknya Hoaks, ujaran kebencian, polarisasi simpatisan politik, propaganda kekerasan, hingga terorisme. Upacara Peringatan Hari Santri di Batola ini juga dihadiri Sekretaris NU Kalsel Berry Nahdian Furkon, Kapolres Batola AKBP Mugi Sekar Jaya S.Sos SIK, para forkopimda lainnya atau yang mewakili, Ketua dan Pengurus MUI Batola, Ketua dan Pengurus NU Batola, dan berbagai elemen masyarakat lainnya. (Ref/ft:Masgun)

TUGAS POKOK PENYULUH TUGAS POKOK PENYULUH AGAMA ISLAM HONORER KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BARITO KUALA

  TUGAS POKOK PENYULUH TUGAS POKOK PENYULUH AGAMA ISLAM HONORER                         KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BARITO KUALA    ...